Simak 35 fakta dan angka tentang masa jabatan Jürgen Klopp yang tak terlupakan sebagai manajer Liverpool, yang disusun oleh ahli statistik klub Ged Rea…

Joe Gomez adalah satu-satunya anggota skuad Liverpool saat ini yang juga menjadi bagian dari tim ketika Klopp tiba pada Oktober 2015.

Klopp memberikan debut senior kepada 90 pemain selama waktunya di Anfield – yang pertama adalah Connor Randall pada Oktober 2015 dan yang terakhir Mateusz Musialowski pada Maret 2024.

Klopp adalah satu-satunya manajer dalam sejarah Liverpool yang memenangkan enam trofi utama berbeda (Premier League, Champions League, FA Cup, Piala Liga (dua kali), FIFA Club World Cup, dan UEFA Super Cup).

Pada Maret tahun ini, Klopp menjadi manajer ketiga The Reds yang melihat timnya mencetak 1.000 gol selama masa jabatannya, setelah Bill Shankly dan Tom Watson. Liverpool mencetak 1.035 gol dalam 491 pertandingan di bawah Klopp.

Liverpool-nya Klopp membutuhkan lebih sedikit pertandingan daripada di bawah manajer lain untuk mencapai 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1.000 gol di semua kompetisi.

Dengan persentase kemenangan 62,57 persen, Klopp memiliki rasio kemenangan tertinggi dalam pertandingan liga dibandingkan manajer Liverpool lainnya yang memimpin lebih dari 30 pertandingan.

Pertandingan hari Minggu melawan Wolverhampton Wanderers di Anfield adalah pertandingan ke-1.080 dalam karir manajerial Klopp.

Klopp memainkan 120 pemain berbeda dari total 33 negara, dengan Roberto Firmino (355) dan Mohamed Salah (349) memiliki caps terbanyak di bawah kepemimpinannya.

Dia memilih 23 kapten berbeda selama masa jabatannya. Jordan Henderson mengenakan ban kapten paling sering (247 kali).

Tujuh starting XI termuda dalam sejarah Liverpool semuanya dipilih selama masa jabatan Klopp. Rata-rata usia termuda adalah hanya 19 tahun dan 102 hari, melawan Shrewsbury Town di Anfield pada Februari 2020.

Klopp berhasil memimpin tim meraih tiga dari empat kali poin liga tertinggi sepanjang masa klub, termasuk jumlah rekor 99 poin yang diperoleh pada 2019-20.

Liverpool asuhan Klopp mencatat rekor baru klub dengan 44 pertandingan liga tanpa kekalahan antara Januari 2019 dan Februari 2020, memenangkan 39 dari pertandingan tersebut.

Dua rekor kemenangan berturut-turut terpanjang Liverpool di liga terjadi di bawah Klopp (18 dari Oktober 2019 hingga Februari 2020 dan 17 dari Maret hingga Oktober 2019).

Keberhasilan gelar liga 2019-20 dicapai dengan lebih banyak pertandingan tersisa dibandingkan kemenangan gelar lainnya dalam sejarah Liga Inggris (Liverpool memenangkannya dengan tujuh pertandingan tersisa).

The Reds menang 32 kali selama musim Premier League 2019-20 – kemenangan terbanyak yang pernah mereka peroleh dalam satu musim liga.

Saat memenangkan gelar pada 2019-20, Liverpool menyamai persentase kemenangan tertinggi oleh klub mana pun dalam satu musim liga – 84,21 persen.

Pada Februari 2020, tim Klopp menyamai rekor Liga Inggris dalam hal kemenangan beruntun terbanyak (18) dan kemudian pada musim itu mencatat rekor papan atas dengan 24 kemenangan kandang berturut-turut di liga.

Klopp memimpin Liverpool ke rekor klub 68 pertandingan liga berturut-turut tanpa kekalahan di Anfield.

The Reds tidak terkalahkan di Premier League di kandang selama tiga tahun dan 272 hari antara April 2017 dan Januari 2021.

Klopp mencetak rekor jumlah kemenangan tandang Liverpool dalam satu musim liga (14 pada 2019-20).

Klopp dianugerahi penghargaan FIFA Men’s Manager of the Year berturut-turut pada 2019 dan 2020.

Dia dua kali terpilih sebagai LMA Besat Manager dan Premier League Best Manager – dalam musim yang sama pada 2019-20 dan 2021-22.

Dia terpilih sebagai Premier League Manager of the Month sebanyak 10 kali.

Enam puluh dua pemain berbeda mencetak gol untuk Liverpool selama masa jabatan Klopp, dengan Salah yang paling produktif dengan total 211 gol.

Klopp menggunakan 57 pasangan bek tengah berbeda selama jabatannya bersama The Reds. Duet yang paling sering adalah Joel Matip dan Virgil van Dijk (93 kali).

Gol tercepat Liverpool di Premier League dicetak di bawah asuhan Klopp. Naby Keita mencetak gol hanya dalam waktu 15 detik melawan Huddersfield Town pada April 2019.

Pada 2019, Liverpool memenangkan 83,79 persen pertandingan liga mereka – tingkat persentase tertinggi dalam satu tahun kalender dalam sejarah mereka.

Tim Klopp mencatat rekor klub baru dengan mencetak gol dalam 34 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi antara April dan Desember 2021.

Pada 2021-22, The Reds mencetak gol dalam 37 dari 38 pertandingan Premier league mereka.

Klopp memimpin Liverpool dalam lebih banyak pertandingan Eropa daripada manajer lainnya (91) dan dia menjadi bos The Reds pertama yang mencapai rekor 50 kemenangan dalam pertandingan Eropa selama musim terakhirnya, melampaui rekor kemenangan Rafael Benitez sebanyak 49 kali.

Dua kemenangan tandang terbesar klub di Eropa terjadi di bawah Klopp (7-0 di Maribor pada 2017 dan 7-1 di Rangers pada 2022).

Tiga dari empat musim paling produktif dalam sejarah Liverpool terjadi di bawah asuhan Klopp. The Reds mencetak 135 gol pada 2017-18, 142 pada 2023-24, dan total rekor klub 147 pada 2021-22.

Kemenangan kandang dan tandang terbesar Liverpool di Premier League terjadi di bawah Klopp (9-0 melawan Bournemouth di Anfield pada 2022 dan 7-0 di Crystal Palace pada 2020).

Pada 2022, Klopp dianugerahi Freedom of Liverpool, menjadi orang asing kedua yang diberi kehormatan ini, setelah Nelson Mandela.